Tiga tingkat layanan hukum: konsultasi, pendampingan, dan pembelaan di pengadilan
Panduan Bantuan Hukum

Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum: Beda Konsultasi, Pendampingan, dan Pembelaan di Pengadilan

Konsultasi, pendampingan, dan pembelaan di pengadilan adalah layanan berbeda. Pahami lembaga konsultasi dan bantuan hukum serta layanan yang Anda perlukan.

Ketika mencari pertolongan hukum, banyak orang memakai satu kata untuk semua kebutuhan: “bantuan hukum”. Padahal di balik kata itu ada beberapa layanan yang berbeda tingkat, berbeda beban tanggung jawab, dan berbeda syaratnya. Seseorang yang hanya perlu penjelasan tentang isi kontrak tidak membutuhkan hal yang sama dengan seseorang yang akan diperiksa sebagai tersangka atau digugat di pengadilan. Memahami perbedaan itu membantu Anda memilih lembaga konsultasi dan bantuan hukum yang tepat, mengajukan permintaan yang jelas, dan tidak kecewa karena menyangka sesi konsultasi sama dengan pembelaan. Artikel ini menguraikan tiga tingkat layanan, kaitannya dengan litigasi dan nonlitigasi, serta peran surat kuasa.

Poin Penting dalam 30 Detik

Ringkasan cepat
  • Layanan hukum dapat dibayangkan sebagai tangga tiga anak tangga: konsultasi (penjelasan dan arah), pendampingan (hadir bersama Anda), dan pembelaan (bertindak atas nama Anda di pengadilan).
  • Konsultasi tidak memerlukan kuasa, sedangkan pendampingan dan pembelaan umumnya memerlukan surat kuasa serta persetujuan lembaga atau advokat untuk mengambil perkara.
  • Sampaikan secara jelas layanan mana yang Anda butuhkan, dan pastikan lingkupnya tertulis sebelum Anda menandatangani surat kuasa.
Tentang artikel ini

Artikel ini adalah penjelasan umum yang disusun pada Oktober 2026 berdasarkan peraturan yang disebut di dalamnya. Peraturan dan praktik dapat berubah, sehingga nomor pasal dan rincian teknis sebaiknya Anda cocokkan dengan naskah resmi di JDIH Nasional atau Peraturan BPK sebelum mengambil langkah hukum. Artikel ini tidak menilai perkara tertentu.

1Bagian

Apa yang Dimaksud dengan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum

Lembaga konsultasi dan bantuan hukum adalah sebutan praktis untuk organisasi yang memberi penjelasan hukum sekaligus membantu warga dalam proses hukum. Dalam praktik, banyak lembaga bantuan hukum menjalankan dua fungsi itu. Mereka menerima pertanyaan awal dari masyarakat, menilai persoalan, lalu bila memenuhi syarat dan kapasitas, melanjutkan ke pendampingan atau pembelaan.

Dasar hukum bantuan hukum cuma-cuma ada pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum. Menurut undang-undang itu, penerima bantuan hukum adalah orang atau kelompok orang miskin, pemberinya adalah lembaga bantuan hukum atau organisasi kemasyarakatan, dan lingkupnya meliputi perkara pidana, perdata, serta tata usaha negara, baik di dalam maupun di luar pengadilan. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2013 mengatur syarat dan tata cara pemberiannya, termasuk penyaluran dananya.

Di sisi profesi, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, dalam Pasal 22 ayat 1, mewajibkan advokat memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada pencari keadilan yang tidak mampu, dengan tata cara yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 83 Tahun 2008. Artinya, ada dua jalur dasar bagi warga tidak mampu: lembaga atau organisasi bantuan hukum, dan advokat yang menjalankan kewajiban profesinya.

Perlu diingat bahwa tidak semua yang menyebut dirinya “lembaga konsultasi dan bantuan hukum” memiliki struktur yang sama. Ada yang berbadan hukum dan terstruktur, ada yang berbentuk kantor advokat, ada pula yang berbasis komunitas. Karena itu, pertanyaan tentang siapa penanggung jawabnya dan apa lingkup layanannya selalu relevan. Artikel kami tentang lembaga konsultasi hukum menguraikan berbagai jenisnya.

2Bagian

Tiga Tingkat Layanan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum

Cara termudah memahami layanan lembaga konsultasi dan bantuan hukum adalah membayangkan tangga dengan tiga anak tangga. Makin tinggi anak tangganya, makin besar keterlibatan advokat, makin berat tanggung jawabnya, dan makin banyak yang diminta dari Anda, termasuk surat kuasa dan persetujuan lembaga.

TingkatApa yang dilakukanPerlu surat kuasa?Contoh situasi
KonsultasiMendengar, menjelaskan hak, kewajiban, pilihan, dan risikoUmumnya tidakIngin tahu apakah isi kontrak merugikan, atau apa langkah setelah menerima surat somasi
PendampinganHadir bersama Anda dalam proses, memberi nasihat langsung, dan membantu mengurus dokumenUmumnya ya, sesuai lingkup yang disepakatiMendampingi pemeriksaan, mediasi, atau perundingan
Pembelaan di pengadilanBertindak atas nama Anda dalam persidangan, menyusun dan menyampaikan pembelaan atau jawaban, mengajukan upaya hukumYaPerkara pidana, gugatan perdata, atau sengketa tata usaha negara yang disidangkan

Tabel ini sederhana, tetapi membantu Anda mengajukan permintaan yang tepat. Misalnya, mengatakan “saya butuh konsultasi soal surat panggilan” berbeda dengan “saya butuh didampingi saat diperiksa”, dan keduanya berbeda dengan “saya butuh pembela di persidangan”. Lembaga konsultasi dan bantuan hukum akan menilai permohonan Anda berdasarkan jenis layanan yang diminta, sehingga kejelasan di awal mempercepat proses.

Hal yang sering luput adalah bahwa naik tangga pada lembaga konsultasi dan bantuan hukum bukan hak otomatis. Konsultasi yang baik tidak menjamin lembaga mengambil perkara Anda, sebab ada penilaian kriteria dan kapasitas. Sebaliknya, ada persoalan yang sudah selesai pada tingkat konsultasi karena Anda memahami bahwa tidak ada jalur hukum yang perlu ditempuh, atau karena persoalan dapat diselesaikan dengan musyawarah.

3Bagian

Litigasi dan Nonlitigasi pada Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum

Undang-undang tentang bantuan hukum menyebut layanan lembaga konsultasi dan bantuan hukum di dalam maupun di luar pengadilan. Dalam bahasa praktis, orang menyebutnya litigasi dan nonlitigasi. Litigasi adalah penyelesaian perkara melalui proses di pengadilan. Nonlitigasi adalah penyelesaian atau penanganan di luar pengadilan.

Layanan nonlitigasi mencakup konsultasi, penelaahan dokumen, penyusunan surat atau perjanjian, negosiasi, mediasi, dan pendampingan di luar persidangan. Wilayah ini penting karena banyak persoalan dapat selesai tanpa pengadilan, dengan biaya dan waktu yang lebih ringan. Namun penyelesaian di luar pengadilan membutuhkan kesediaan kedua belah pihak. Bila pihak lawan menolak berunding, atau bila perkara menyangkut ancaman pidana, jalur lain mungkin harus ditempuh.

Layanan litigasi mencakup pendampingan dan pembelaan dalam proses peradilan: mendaftarkan gugatan atau menjawab gugatan, mengajukan bukti, menghadirkan saksi, menyampaikan pembelaan, hingga mengajukan upaya hukum bila diperlukan. Dalam perkara pidana, litigasi juga mencakup pendampingan sejak tahap pemeriksaan awal hingga persidangan, sesuai ketentuan hukum acara yang berlaku.

Pembagian ini tidak kaku. Sebuah perkara dapat dimulai dengan konsultasi nonlitigasi, bergeser ke negosiasi, lalu berakhir di pengadilan bila tidak ada kesepakatan. Karena itu, ketika berbicara dengan lembaga konsultasi dan bantuan hukum, tanyakan apakah layanan yang ditawarkan mencakup kedua wilayah atau hanya salah satunya. Ada lembaga yang kuat pada edukasi dan konsultasi, ada yang berfokus pada litigasi, dan ada yang menjalankan keduanya.

4Bagian

Konsultasi: Pintu Masuk yang Punya Batas

Konsultasi di lembaga konsultasi dan bantuan hukum adalah tingkat paling ringan, tetapi bukan berarti paling sepele. Konsultasi yang baik membantu Anda memahami posisi hukum, mengidentifikasi tenggat, dan memilih langkah yang masuk akal. Ia juga dapat menyelamatkan Anda dari keputusan yang gegabah, misalnya menandatangani dokumen yang tidak dipahami.

Namun konsultasi punya batas yang perlu dipahami. Pertama, jawaban konsultasi bergantung pada fakta yang Anda sampaikan dan dokumen yang diperiksa. Bila faktanya belum lengkap, jawabannya bersifat sementara. Kedua, konsultasi tidak otomatis menghentikan tenggat yang sedang berjalan. Bila Anda menerima surat dengan batas waktu, batas itu tetap berlaku selama Anda berkonsultasi. Ketiga, konsultasi tidak mengikat advokat untuk bertindak atas nama Anda. Tanpa kuasa, advokat tidak dapat menghubungi pihak lawan, mendampingi pemeriksaan, atau hadir di persidangan sebagai wakil Anda.

Keempat, konsultasi bukan jaminan hasil. Advokat yang jujur berbicara tentang kemungkinan dan risiko, bukan kepastian. Kelima, kualitas konsultasi dipengaruhi persiapan Anda. Kronologi yang runtut, salinan dokumen, dan daftar pertanyaan membuat waktu yang singkat menjadi bermanfaat.

Untuk pembahasan lebih rinci tentang konsultasi daring dan pengamanan data saat berkonsultasi, Anda dapat membaca artikel kami tentang konsultasi LBH online. Prinsip dasarnya sama, baik dilakukan lewat layar maupun tatap muka: pastikan identitas lembaga, bagikan data secukupnya, dan catat hasilnya.

5Bagian

Pendampingan Hukum: Hadir Bersama Anda

Pendampingan hukum dari lembaga konsultasi dan bantuan hukum berada di tengah tangga. Pada tingkat ini, advokat atau paralegal di bawah pengawasan hadir menyertai Anda dalam suatu proses, memberi nasihat langsung, dan membantu urusan administratif atau dokumen. Bentuknya beragam: mendampingi pemeriksaan, mendampingi mediasi atau perundingan, mendampingi pelaporan, atau mendampingi korban dalam proses yang membutuhkan dukungan.

Dalam perkara pidana, hak untuk didampingi penasihat hukum merupakan prinsip penting. Anda berhak mengetahui hak itu dan menggunakannya, termasuk ketika dipanggil sebagai saksi, terlapor, atau tersangka. KUHAP baru, yaitu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 yang berlaku sejak 2 Januari 2026, mengatur hukum acara pidana yang berlaku sekarang. Untuk rincian pasalnya, rujuklah naskah resmi di portal peraturan, misalnya https://peraturan.bpk.go.id/ atau https://jdihn.go.id/, dan jangan mengandalkan ketentuan KUHAP lama yang sudah digantikan.

Dalam pendampingan, pembagian peran perlu jelas. Siapa yang berbicara dalam pemeriksaan, apa yang boleh dijawab dan tidak, bagaimana Anda dapat meminta jeda untuk berkonsultasi, dan bagaimana catatan proses dibuat. Advokat yang mendampingi tidak boleh memaksa jawaban tertentu, dan Anda tidak boleh meminta advokat mengubah fakta. Hubungan kerja yang sehat bertumpu pada kejujuran dan saling percaya.

Pendampingan juga menuntut komitmen dari Anda: hadir sesuai jadwal, menyediakan dokumen, dan segera memberi kabar bila ada perkembangan. Lembaga bantuan hukum memiliki kapasitas terbatas, sehingga komunikasi yang rapi sangat membantu. Jangan menandatangani apa pun dalam proses tanpa membaca dan memahami isinya, dan mintalah waktu untuk berkonsultasi bila perlu.

6Bagian

Pembelaan di Pengadilan: Bertindak atas Nama Anda

Pembelaan oleh lembaga konsultasi dan bantuan hukum adalah anak tangga tertinggi. Pada tingkat ini, advokat bertindak atas nama Anda di persidangan. Isinya berbeda menurut jenis perkara. Dalam perkara pidana, pembelaan mencakup menyusun strategi, mengajukan bukti dan saksi yang meringankan, mengajukan keberatan atau eksepsi bila ada dasarnya, dan menyampaikan pembelaan terakhir sebelum putusan. Dalam perkara perdata, advokat menyusun gugatan atau jawaban, menanggapi replik dan duplik, mengajukan bukti, dan mengikuti proses pembuktian hingga kesimpulan. Dalam perkara tata usaha negara, yang menyangkut keputusan pejabat atau badan pemerintahan, advokat membantu menyusun gugatan atau jawaban dengan memperhatikan ketentuan hukum acaranya.

Setelah putusan, advokat dapat membantu mengajukan upaya hukum seperti banding, kasasi, atau peninjauan kembali, sepanjang memenuhi syarat dan dalam tenggat yang ditentukan. Tenggat upaya hukum bersifat ketat, sehingga sebaiknya Anda menanyakan segera setelah putusan dibacakan apa saja pilihan dan batas waktunya, dan merujuk pada ketentuan yang berlaku untuk jenis perkara Anda.

Beberapa hal praktis tentang pembelaan. Pertama, pembelaan hampir selalu memerlukan surat kuasa dan persetujuan lembaga atau advokat untuk mengambil perkara. Kedua, perkara yang diterima biasanya melewati penilaian terhadap kriteria penerima, kapasitas, dan konflik kepentingan. Ketiga, bagi warga yang tidak mampu, ada jalur di pengadilan, yaitu PERMA Nomor 1 Tahun 2014 tentang pedoman pemberian layanan hukum bagi masyarakat tidak mampu di pengadilan, yang mencakup antara lain pos bantuan hukum serta pembebasan biaya perkara. Keempat, hasil persidangan tidak pernah dapat dijanjikan. Lembaga yang jujur tidak akan memberi jaminan menang.

7Bagian

Kuasa Hukum dan Surat Kuasa: Apa yang Perlu Anda Pahami

Kuasa hukum adalah orang, biasanya advokat, yang Anda beri kewenangan untuk bertindak atas nama Anda dalam urusan hukum tertentu. Pemberian kewenangan itu lazimnya dituangkan dalam surat kuasa. Surat kuasa adalah dokumen penting yang tidak boleh ditandatangani sembarangan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada surat kuasa. Pertama, lingkup. Surat kuasa yang baik menyebutkan dengan jelas untuk urusan apa kuasa diberikan: perkara apa, terhadap siapa, di tingkat mana, dan tindakan apa saja yang boleh dilakukan. Surat kuasa yang terlalu umum membawa risiko. Kedua, identitas para pihak. Pastikan nama, alamat, dan kapasitas kuasa hukum tertulis benar. Ketiga, batas waktu dan berakhirnya kuasa. Tanyakan kapan kuasa berakhir dan bagaimana Anda dapat mencabutnya bila terjadi ketidakcocokan.

Keempat, hak atas salinan. Anda berhak memegang salinan surat kuasa dan perjanjian layanan. Kelima, biaya. Bila layanan berbayar, biaya sebaiknya tercantum dalam perjanjian tertulis. Bila layanan cuma-cuma, tanyakan apakah ada biaya lain yang perlu dijelaskan, misalnya biaya administrasi atau perjalanan, dan minta kejelasannya sebelum menandatangani.

Keenam, kewajiban pelaporan. Anda berhak mendapat informasi tentang perkembangan perkara. Tanyakan sejak awal bagaimana dan seberapa sering kabar akan disampaikan. Ketujuh, jangan menyerahkan dokumen asli penting tanpa tanda terima, dan jangan menandatangani surat kuasa kosong, yaitu yang belum terisi lingkupnya.

Perlu diingat pula bahwa kuasa hukum terikat kewajiban profesi, termasuk menjaga rahasia klien dan mematuhi kode etik. Bila Anda merasa ada pelanggaran, tanyakan jalur pengaduan yang tersedia pada organisasi profesi atau sumber resmi.

8Bagian

Cara Memilih Layanan dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum

Banyak orang bingung memulai dari mana ketika mendatangi lembaga konsultasi dan bantuan hukum. Alur berikut membantu Anda menentukan tingkat layanan yang sesuai. Alur ini adalah panduan umum, bukan keputusan hukum untuk perkara Anda.

  1. Tentukan apa yang sedang terjadi. Apakah Anda baru menerima surat, sedang diperiksa, akan menandatangani dokumen, atau sudah digugat atau dilaporkan? Tuliskan dalam satu atau dua kalimat.
  2. Catat tenggat. Bila ada batas waktu, nyatakan di awal. Tenggat menentukan seberapa cepat Anda butuh jawaban.
  3. Mulailah dengan konsultasi bila Anda belum yakin. Konsultasi membantu Anda memahami apakah persoalan perlu pendampingan atau cukup diselesaikan sendiri.
  4. Minta pendampingan bila Anda akan menghadapi proses tertentu, seperti pemeriksaan, perundingan, atau mediasi, dan Anda membutuhkan seseorang yang paham hukum di sisi Anda.
  5. Minta pembelaan bila perkara sudah atau akan disidangkan, dan Anda tidak dapat atau tidak boleh menghadapinya sendiri.
  6. Tanyakan lingkup secara tertulis. Apa yang tercakup, apa yang tidak, siapa penanggung jawabnya, dan bagaimana prosedurnya bila Anda ingin berhenti.
  7. Siapkan dokumen dan kronologi. Dengan bahan yang baik, penilaian lembaga atas permohonan Anda lebih cepat.

Bila Anda tidak yakin tingkat mana yang Anda perlukan, katakan terus terang. Lembaga yang baik akan membantu memetakannya. Jangan memaksakan permintaan yang tidak sesuai, misalnya meminta pembelaan padahal perkara belum ada, atau meminta konsultasi sementara Anda sebenarnya sedang dalam pemeriksaan yang mendesak.

9Bagian

Biaya dan Siapa yang Berhak atas Bantuan Cuma-Cuma

Soal biaya di lembaga konsultasi dan bantuan hukum sering menjadi kekhawatiran pertama. Penerima bantuan hukum cuma-cuma menurut undang-undang adalah orang atau kelompok orang miskin. Pemberiannya melalui lembaga bantuan hukum atau organisasi kemasyarakatan yang memenuhi syarat, dan kewajiban advokat atas bantuan cuma-cuma bagi pencari keadilan yang tidak mampu juga ada dalam undang-undang tentang advokat. Tata caranya diatur lebih lanjut dalam peraturan pemerintah.

Dalam praktik, lembaga menilai permohonan secara mandiri. Anda mungkin diminta menjelaskan kondisi ekonomi dan menunjukkan dokumen pendukung yang relevan. Itu bukan untuk mempersulit, melainkan untuk memastikan bantuan sampai kepada yang berhak. Bila permohonan tidak diterima, tanyakan alasannya dan apakah ada jalur lain, misalnya pos bantuan hukum di pengadilan.

Untuk layanan berbayar, minta perjanjian tertulis yang menjelaskan apa yang dibayar, kapan, dan apa yang terjadi bila perkara berhenti di tengah jalan. Waspadai pihak yang meminta uang di muka disertai janji menang. Janji semacam itu tidak patut dijadikan dasar karena hasil perkara tidak ada pada advokat. Situs ini tidak menyebutkan tarif, karena tarif berbeda di tiap lembaga dan tidak boleh diperkirakan secara umum.

Untuk memverifikasi lembaga yang berkaitan dengan skema bantuan hukum pemerintah, rujuklah portal resmi seperti https://bphn.go.id/ dan pengadilan setempat. Situs ini bukan sumber alamat atau daftar resmi lembaga mana pun.

10Bagian

Kesalahan Umum yang Sebaiknya Dihindari

Beberapa kekeliruan sering terulang ketika orang berurusan dengan lembaga konsultasi dan bantuan hukum. Kesalahan pertama adalah mengira konsultasi sama dengan penanganan perkara. Banyak orang merasa tenang setelah bercerita kepada advokat, lalu tidak mengurus apa pun. Padahal tanpa kuasa dan kesepakatan, tidak ada yang bertindak atas nama Anda.

Kesalahan kedua adalah menunda. Tenggat terus berjalan, dan hak dapat gugur. Kesalahan ketiga adalah menandatangani surat kuasa tanpa membaca lingkupnya. Surat kuasa yang terlalu luas dapat membawa konsekuensi yang tidak Anda perkirakan. Kesalahan keempat adalah menyembunyikan fakta dari advokat sendiri. Advokat yang tidak mengetahui bagian yang tidak menguntungkan tidak dapat menyusun strategi yang realistis.

Kesalahan kelima adalah menerima janji hasil. Pernyataan seperti “pasti menang” atau “pasti bebas” patut dicurigai. Kesalahan keenam adalah mengabaikan komunikasi. Pendampingan dan pembelaan berjalan lebih baik bila klien responsif. Kesalahan ketujuh adalah membagikan rincian perkara di media sosial sebelum berbicara dengan advokat, yang dapat merugikan Anda sendiri.

Kesalahan kedelapan, dan ini sering terjadi, adalah memaksakan satu lembaga untuk semua kebutuhan. Lembaga memiliki lingkup dan kapasitas yang berbeda. Bila satu lembaga tidak dapat mengambil perkara Anda, itu tidak berarti persoalan Anda tidak penting. Mintalah arahan, dan coba jalur lain secara tertib.

11Bagian

Contoh Ilustrasi: Satu Kasus, Tiga Tingkat Layanan

Berikut contoh ilustrasi fiktif yang menggambarkan bagaimana satu persoalan dapat melewati ketiga tingkat. Tokoh dan peristiwanya tidak merujuk pada orang atau lembaga nyata.

Bapak W, seorang penyewa kios, menerima surat dari pemilik kios yang meminta ia mengosongkan tempat dalam waktu singkat. Ia tidak paham isi perjanjian sewa yang pernah ia tandatangani. Pada tahap konsultasi, ia membawa salinan perjanjian dan surat tersebut kepada sebuah lembaga bantuan hukum. Konsultan menjelaskan secara umum isi perjanjian, hak dan kewajibannya, dan menyarankan agar ia tidak mengosongkan atau menandatangani apa pun sebelum dipelajari. Konsultan juga menanyakan tenggat yang disebut dalam surat.

Setelah lembaga menilai permohonannya dan menyatakan dapat menindaklanjuti, Bapak W memasuki tahap pendampingan. Advokat mendampinginya dalam perundingan dengan pemilik kios, membantu menyusun tanggapan tertulis, dan mengusulkan penyelesaian di luar pengadilan. Surat kuasa dengan lingkup yang jelas dibuat untuk keperluan perundingan.

Karena perundingan tidak mencapai kesepakatan dan pemilik kios mengajukan gugatan, perkara berlanjut ke tahap pembelaan. Surat kuasa diperluas untuk mencakup persidangan, dan advokat menyusun jawaban serta mengajukan bukti. Pada setiap tingkat, lingkup layanan dibicarakan terlebih dahulu, dan Bapak W menerima informasi tentang perkembangan perkara.

Contoh ini menunjukkan bahwa ketiga tingkat layanan lembaga konsultasi dan bantuan hukum saling berkaitan tetapi tidak otomatis. Tiap peralihan membutuhkan penilaian dan kesepakatan baru. Contoh ini juga menggambarkan mengapa pertanyaan “layanan apa yang sebenarnya saya terima sekarang” perlu diulang pada setiap tahap.

12Bagian

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa bedanya konsultasi hukum dengan pendampingan hukum?

Konsultasi adalah percakapan yang menghasilkan penjelasan tentang hak, kewajiban, dan pilihan langkah, tanpa mengharuskan advokat bertindak atas nama Anda. Pendampingan berarti advokat atau pendamping hadir bersama Anda dalam suatu proses dan umumnya berdasarkan kuasa dan kesepakatan lingkup layanan. Karena itu, pastikan Anda tahu sedang berada di tingkat mana sebelum menyimpulkan perkara Anda sudah ditangani, dan simpan catatan kesepakatan lingkupnya.

Apakah semua lembaga bantuan hukum menyediakan pembelaan di pengadilan?

Tidak selalu. Tiap lembaga konsultasi dan bantuan hukum memiliki lingkup, kriteria, dan kapasitas sendiri. Ada yang kuat pada konsultasi dan edukasi, ada yang menangani pendampingan dan pembelaan. Tanyakan sejak awal apakah lembaga menangani perkara jenis Anda di pengadilan dan bagaimana prosedur penerimaannya. Jawaban yang jujur tentang keterbatasan adalah tanda lembaga yang bertanggung jawab, bukan tanda bahwa persoalan Anda tidak penting.

Kapan saya perlu memberikan surat kuasa?

Surat kuasa umumnya diperlukan ketika advokat akan bertindak atas nama Anda, misalnya menghubungi pihak lawan, mendampingi proses tertentu, atau mewakili Anda di persidangan. Untuk konsultasi biasa, surat kuasa tidak diperlukan. Baca lingkupnya dengan teliti, jangan tanda tangani surat kuasa kosong, simpan salinan, dan tanyakan cara mencabutnya bila diperlukan, termasuk apa akibatnya bagi perkara yang berjalan.

Apakah bantuan hukum cuma-cuma mencakup semua jenis perkara?

Undang-undang tentang bantuan hukum menyebut lingkup perkara pidana, perdata, dan tata usaha negara, baik di dalam maupun di luar pengadilan, bagi orang atau kelompok orang miskin. Namun tiap lembaga menetapkan prioritas dan kapasitasnya sendiri, sehingga tidak semua permohonan dapat diterima. Bila ditolak, mintalah arahan ke jalur lain, termasuk layanan di pengadilan, dan jangan menunda bila ada tenggat berjalan.

Bagaimana bila saya tidak puas dengan layanan yang saya terima?

Sampaikan keberatan kepada lembaga konsultasi dan bantuan hukum secara jelas dan tertulis, dan tanyakan apakah ada pihak lain di lembaga yang dapat meninjau ulang. Anda juga berhak mencabut kuasa sesuai ketentuan, dan sebaiknya menanyakan konsekuensinya lebih dulu, terutama bila perkara sedang berjalan. Bila Anda menduga ada pelanggaran etika, tanyakan jalur pengaduan pada organisasi profesi atau sumber resmi.

13Bagian

Yang Bisa Anda Lakukan Sekarang

  1. Tuliskan dalam satu atau dua kalimat apa yang sedang Anda hadapi dan tenggat yang berjalan.
  2. Tentukan layanan yang Anda butuhkan sekarang: konsultasi, pendampingan, atau pembelaan.
  3. Kumpulkan salinan dokumen dan kronologi, dan simpan yang asli di tempat aman.
  4. Tanyakan lingkup layanan, penanggung jawab, dan biaya secara tertulis sebelum menandatangani surat kuasa.
  5. Catat setiap hasil konsultasi dan perkembangan, termasuk tanggal dan siapa yang menyampaikan.

Jika Anda sedang mencari lembaga konsultasi dan bantuan hukum, kami dapat dihubungi lewat Pos Pengaduan Online Gratis di situs ini atau lewat telepon dan WhatsApp 0811-6741-212, yang dapat dihubungi 24 jam. Sampaikan secara singkat layanan yang Anda butuhkan. Kami akan menilai permohonan Anda dan menjelaskan langkah yang mungkin ditempuh, tanpa menjanjikan hasil tertentu.

Catatan penting: Artikel ini berisi penjelasan umum dan bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap perkara berbeda dalam fakta, bukti, dan tenggatnya, dan peraturan dapat berubah. Konsultasikan persoalan Anda dengan advokat sebelum mengambil keputusan.

Langkah berikutnya

Butuh Pendampingan untuk Masalah Hukum Anda?

Siapkan kronologi singkat dan dokumen pendukung untuk membahas langkah yang sesuai dengan keadaan Anda. Hubungi LBH Panglima Hukum & Keadilan untuk memperoleh informasi dan menyampaikan kebutuhan pendampingan hukum Anda.

Hubungi Kami

Membutuhkan bantuan hukum cuma-cuma? Pelajari syarat dan alur layanan Pro Bono LBH Panglima Hukum dan Keadilan.