Perbandingan biro bantuan hukum, LBH, posbakum, dan klinik hukum kampus dalam empat kartu
Panduan Bantuan Hukum

Biro Bantuan Hukum: Bedanya dengan LBH, Posbakum, dan Klinik Hukum Kampus

Biro bantuan hukum, LBH, posbakum, dan klinik hukum kampus sering tertukar. Ketahui perbedaannya agar Anda tahu harus mendatangi yang mana.

Ketika seseorang butuh pertolongan hukum, ia akan menemukan banyak nama yang terdengar mirip: biro bantuan hukum, lembaga bantuan hukum, pusat bantuan hukum, badan bantuan hukum, posbakum, sampai klinik hukum kampus. Wajar bila orang bingung harus mengetuk pintu yang mana. Pada kenyataannya, istilah biro bantuan hukum tidak punya definisi tunggal yang baku dalam undang-undang; ia dipakai secara longgar oleh berbagai pihak, sehingga artinya baru jelas bila Anda melihat siapa penyelenggaranya, siapa yang dilayani, dan apa dasar hukumnya. Artikel ini membantu Anda membedakan lima jenis layanan itu, memahami kapan masing-masing cocok, dan mengajukan pertanyaan yang tepat sebelum meminta bantuan.

Poin Penting dalam 30 Detik

Ringkasan cepat
  • Biro bantuan hukum, pusat bantuan hukum, dan badan bantuan hukum pada umumnya adalah nama layanan, bukan status hukum. Yang menentukan adalah penyelenggara, badan hukum, dan layanan yang benar-benar diberikan.
  • LBH, posbakum pengadilan, dan klinik hukum kampus memiliki dasar, cakupan, dan pembatasan yang berbeda. Posbakum berada di pengadilan dan melayani urusan yang terkait pengadilan; klinik kampus bersifat pendidikan; LBH lazimnya bekerja dengan pendampingan dan advokasi yang lebih luas.
  • Pilih layanan berdasarkan kebutuhan perkara Anda dan tenggatnya, lalu tanyakan identitas penyelenggara, cakupan layanan, dan biayanya sebelum menandatangani apa pun.
Tentang artikel ini

Artikel ini adalah penjelasan umum yang disusun pada Oktober 2026 berdasarkan peraturan yang disebut di dalamnya. Peraturan dan praktik dapat berubah, sehingga nomor pasal dan rincian teknis sebaiknya Anda cocokkan dengan naskah resmi di JDIH Nasional atau Peraturan BPK sebelum mengambil langkah hukum.

1Bagian

Apa Itu Biro Bantuan Hukum dan Mengapa Namanya Membingungkan

Kata “biro” dalam bahasa Indonesia berarti kantor atau unit yang mengurus suatu bidang. Karena itu biro bantuan hukum secara harfiah dapat diartikan sebagai kantor yang mengurus bantuan hukum. Tidak ada satu pun undang-undang yang, sepengetahuan kami, menetapkan “biro bantuan hukum” sebagai jenis lembaga tersendiri dengan syarat pendirian khusus. Yang diatur UU 16/2011 tentang Bantuan Hukum adalah pemberi bantuan hukum, yaitu lembaga bantuan hukum atau organisasi kemasyarakatan yang memberikan layanan bantuan hukum menurut undang-undang itu.

Akibatnya, nama biro bantuan hukum dapat ditemukan pada banyak bentuk. Ada yang merupakan unit di dalam organisasi kemasyarakatan atau organisasi profesi. Ada yang merupakan unit layanan di perguruan tinggi. Ada yang berdiri sebagai yayasan atau perkumpulan dengan program bantuan hukum. Ada pula kantor hukum yang memakai nama itu agar terdengar resmi. Bahkan istilah “biro hukum” di instansi pemerintah atau perusahaan merujuk pada hal berbeda, yakni unit internal yang menangani urusan hukum instansi tersebut, bukan layanan untuk masyarakat umum.

Hal yang sama berlaku pada nama lain yang sering dipakai bergantian. Pusat bantuan hukum, badan bantuan hukum, dan lembaga bantuan hukum pada dasarnya adalah label. Maka pertanyaan yang lebih berguna bukan “apakah namanya biro bantuan hukum?”, melainkan: siapa yang mengelolanya, apa badan hukumnya, siapa advokat atau pendamping di dalamnya, siapa yang berhak dilayani, dan apa saja yang ditangani.

Sebagai pegangan awal, bayangkan tiga lapisan. Lapisan pertama adalah nama (biro, pusat, badan, lembaga). Lapisan kedua adalah bentuk organisasi (yayasan, perkumpulan, unit kampus, unit organisasi profesi, atau layanan pengadilan). Lapisan ketiga adalah apa yang sungguh dikerjakan (konsultasi, pendampingan di kepolisian, pendampingan di pengadilan, atau advokasi kebijakan). Dua lapisan terakhir yang menentukan apakah layanan itu cocok untuk Anda.

2Bagian

Perbedaan Biro Bantuan Hukum dengan LBH

Lembaga bantuan hukum, atau LBH, adalah nama yang paling dikenal. Dalam sejarah Indonesia, LBH pertama berdiri di Jakarta pada 1970 dan kemudian berkembang menjadi jaringan yang dikenal sebagai YLBHI. Sejak saat itu, “LBH” menjadi istilah umum untuk lembaga yang bekerja memberikan bantuan hukum kepada masyarakat, terutama yang tidak mampu. Kini UU 16/2011 menyebut lembaga bantuan hukum sebagai salah satu bentuk pemberi bantuan hukum.

Perbedaan antara biro bantuan hukum dan LBH karena itu lebih bersifat kebiasaan daripada hukum. LBH cenderung dipahami sebagai lembaga yang berdiri sendiri dan menjadikan bantuan hukum sebagai misi utamanya, sedangkan biro bantuan hukum lebih sering berupa unit atau bagian dari organisasi yang lebih besar. Namun ini bukan aturan baku. Ada LBH yang berada di bawah organisasi tertentu, dan ada biro bantuan hukum yang berdiri mandiri dan bekerja persis seperti LBH.

Untuk keperluan Anda sebagai pencari bantuan, perbedaan yang lebih berarti adalah hal berikut.

  • Kemampuan beracara. Pendampingan di persidangan untuk membela atau mewakili klien umumnya dilakukan oleh advokat. Tanyakan apakah lembaga itu didukung advokat berizin yang beracara di pengadilan.
  • Status sebagai pemberi bantuan hukum menurut UU 16/2011. Lembaga yang ingin menyalurkan bantuan hukum dalam skema undang-undang itu, termasuk yang memperoleh dana bantuan hukum dari negara, harus memenuhi syarat seperti berbadan hukum, terakreditasi, memiliki kantor atau sekretariat tetap, memiliki pengurus, dan memiliki program bantuan hukum. Lembaga yang tidak memenuhi syarat itu masih mungkin memberi layanan, tetapi tidak berada dalam skema tersebut.
  • Cakupan perkara. Lingkup bantuan hukum menurut undang-undang itu meliputi perkara pidana, perdata, dan tata usaha negara, baik di dalam pengadilan (litigasi) maupun di luar pengadilan (nonlitigasi). Tiap lembaga biasanya memiliki prioritas dan keterbatasan sendiri.
  • Siapa yang dilayani. Skema undang-undang ditujukan bagi orang atau kelompok orang miskin. Lembaga lain mungkin melayani kelompok tertentu, misalnya anggota organisasinya.

Soal cara memastikan identitas lembaga yang menyebut diri LBH, Anda dapat membaca artikel kami tentang LBH dan jenis-jenis lembaga bantuan hukum serta tentang apa itu LBH.

3Bagian

Posbakum: Pos Bantuan Hukum di Pengadilan

Posbakum adalah singkatan dari pos bantuan hukum. Di pengadilan, posbakum merupakan layanan yang disediakan bagi pencari keadilan yang tidak mampu. Dasarnya antara lain PERMA 1/2014 tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum bagi Masyarakat Tidak Mampu di Pengadilan, yang mengatur tiga layanan utama: pembebasan biaya perkara (prodeo), sidang di luar gedung pengadilan, dan pos bantuan hukum.

Ciri khas posbakum yang membedakannya dari biro bantuan hukum atau LBH:

  • Letaknya di pengadilan. Posbakum berada di lingkungan pengadilan dan melayani pihak yang berurusan dengan pengadilan itu.
  • Cakupannya terkait proses pengadilan. Layanan yang lazim disebut mencakup pemberian informasi, konsultasi, dan bantuan pembuatan dokumen hukum, misalnya membuat gugatan atau permohonan. Pembelaan penuh di persidangan oleh posbakum tidak otomatis termasuk; tanyakan kepada petugas apa saja yang dapat dilakukan di pengadilan Anda.
  • Penyelenggaranya adalah pemberi bantuan hukum yang bekerja sama dengan pengadilan. Tanyakan pada petugas siapa yang bertugas di sana.
  • Syarat penggunaan. Biasanya Anda diminta menunjukkan bahwa Anda tidak mampu, misalnya melalui surat keterangan dari pihak yang berwenang. Ketentuan persisnya dapat Anda tanyakan pada pengadilan.

Posbakum cocok bila perkara Anda sudah di pengadilan atau akan segera diajukan, dan yang Anda butuhkan adalah panduan prosedural. Posbakum kurang cocok bila Anda memerlukan pendampingan sejak pemeriksaan di kepolisian atau perundingan di luar pengadilan, karena pos itu memang berada di pengadilan. Untuk informasi resmi tentang pengadilan di wilayah Anda, portal Mahkamah Agung memuat tautan ke situs pengadilan di bawahnya.

4Bagian

Klinik Hukum Kampus

Klinik hukum kampus adalah layanan yang diselenggarakan fakultas hukum di perguruan tinggi. Mahasiswa, di bawah bimbingan dosen, memberikan konsultasi hukum kepada masyarakat sekaligus belajar menangani persoalan nyata. Dalam UU 16/2011, dosen dan mahasiswa fakultas hukum disebut dapat dilibatkan dalam pemberian bantuan hukum melalui pemberi bantuan hukum; ketentuan rincinya perlu Anda baca pada naskah aslinya.

Kekuatan klinik kampus adalah suasananya yang ramah bagi pemula, biayanya yang pada umumnya rendah atau tidak ada, dan semangat pendidikannya. Klinik semacam ini sering aktif dalam penyuluhan hukum dan konsultasi.

Keterbatasannya perlu dipahami. Karena bersifat pendidikan, klinik kampus umumnya tidak mengambil semua perkara; ada yang membatasi pada konsultasi dan pembuatan dokumen sederhana. Jadwalnya mengikuti kalender akademik, sehingga layanan bisa berhenti pada masa libur atau ujian. Dan karena mahasiswa bukan advokat, mereka tidak dapat mewakili Anda sebagai advokat di persidangan kecuali melalui mekanisme yang sah dan didampingi pihak yang berwenang. Untuk perkara berisiko tinggi dengan tenggat dekat, klinik kampus lebih tepat dijadikan tempat konsultasi awal, bukan satu-satunya sandaran.

Bila Anda tinggal dekat universitas yang memiliki fakultas hukum, tidak ada salahnya bertanya apakah mereka memiliki layanan semacam itu. Minta penjelasan tertulis tentang cakupan layanan dan batasannya, supaya tidak ada harapan yang keliru.

5Bagian

Tabel Perbandingan: Biro Bantuan Hukum, LBH, Posbakum, dan Klinik Kampus

Tabel berikut merangkum perbedaan umum keempatnya. Ini gambaran umum; praktik di tiap tempat dapat berbeda, sehingga selalu tanyakan langsung.

AspekBiro bantuan hukumLBHPosbakum pengadilanKlinik hukum kampus
Status namaLabel umum, tidak bakuLabel umum untuk lembaga bantuan hukumLayanan di pengadilan menurut PERMA 1/2014Layanan fakultas hukum
PenyelenggaraBeragam: organisasi, yayasan, unit kampus, kantor hukumLembaga berbadan hukum atau organisasi kemasyarakatanPengadilan bersama pemberi bantuan hukumFakultas hukum, dosen, mahasiswa
Letak layananKantor penyelenggaraKantor lembagaDi gedung pengadilanDi kampus
Cakupan umumBervariasi, perlu ditanyakanKonsultasi, pendampingan, advokasi, pendidikan hukumInformasi, konsultasi, bantuan dokumen hukum di pengadilanKonsultasi, edukasi, bantuan dokumen sederhana
Pendampingan di persidanganTergantung ada atau tidaknya advokatUmumnya melalui advokatTergantung ketentuan pengadilan setempatTerbatas; tanyakan mekanismenya
Siapa dilayaniBeragam; bisa anggota atau umumSkema undang-undang: orang miskin; lainnya sesuai kebijakanMasyarakat tidak mampu di pengadilan ituMasyarakat umum atau kelompok tertentu
BiayaTanyakan sebelum menyetujuiPada prinsipnya cuma-cuma dalam skema undang-undangLayanan pos umumnya tanpa biaya bagi yang memenuhi syaratUmumnya rendah atau tanpa biaya
Cocok untukBergantung penyelenggaraPerkara yang butuh pendampingan lebih luasPanduan prosedur perkara yang sudah di pengadilanKonsultasi awal dan edukasi

Perhatikan bahwa kolom biro bantuan hukum paling banyak berisi “bervariasi” dan “tanyakan”. Itu bukan karena kami enggan menjawab, melainkan karena nama itu memang tidak menjamin apa pun. Satu-satunya cara aman adalah memeriksa penyelenggaranya.

6Bagian

Bagaimana Memilih Layanan yang Tepat untuk Kebutuhan Anda

Memilih layanan berarti mencocokkan kebutuhan dengan kemampuan penyelenggara. Gunakan urutan pertimbangan berikut.

  1. Di mana posisi perkara Anda? Bila Anda baru dipanggil polisi atau sedang diperiksa, Anda butuh pendampingan segera, dan posbakum pengadilan belum tentu relevan. Bila gugatan sudah atau akan didaftarkan ke pengadilan, posbakum dapat membantu prosedurnya.
  2. Seberapa mendesak tenggatnya? Perkara dengan tenggat dekat menuntut layanan yang dapat bergerak cepat. Klinik kampus yang bekerja mengikuti kalender akademik umumnya kurang cocok untuk keadaan mendesak.
  3. Apa yang Anda butuhkan: konsultasi, dokumen, atau pendampingan penuh? Tiga kebutuhan ini dilayani oleh jenis layanan yang berbeda.
  4. Apakah Anda masuk kategori yang dilayani? Skema bantuan hukum menurut undang-undang ditujukan bagi orang atau kelompok orang miskin. Posbakum mensyaratkan ketidakmampuan. Kantor hukum biasa bekerja dengan honorarium.
  5. Apakah penyelenggaranya jelas dan dapat diperiksa? Cari nama badan hukum, pengurus, dan alamat. Cara memeriksanya kami uraikan di artikel tentang kantor bantuan hukum.

Anda tidak harus memilih satu. Seseorang dapat berkonsultasi di klinik kampus untuk gambaran awal, lalu mendatangi lembaga bantuan hukum untuk pendampingan, dan memakai posbakum untuk menyusun dokumen pengadilan. Yang penting, Anda tahu fungsi masing-masing sehingga tidak berharap lebih dari yang bisa diberikan.

Contoh ilustrasi

Ibu B, tokoh fiktif, menerima surat gugatan cerai dari suaminya dan diminta menghadiri sidang pertama dua minggu lagi. Ia tidak mampu membayar honorarium advokat. Ia bertanya ke petugas informasi pengadilan dan mendapat arahan ke posbakum, yang membantunya memahami isi gugatan dan menyusun jawaban. Karena ia juga khawatir soal hak asuh anak, ia lalu meminta pendampingan dari lembaga bantuan hukum. Contoh ini hanya ilustrasi untuk memperlihatkan bagaimana beberapa layanan dapat saling melengkapi, bukan peristiwa nyata.

7Bagian

Apakah Biro Bantuan Hukum Selalu Gratis?

Pertanyaan ini penting karena banyak orang mengira nama “bantuan hukum” otomatis berarti cuma-cuma. Jawabannya tidak sesederhana itu.

Dalam skema UU 16/2011, bantuan hukum diberikan secara cuma-cuma kepada penerima bantuan hukum yang berhak, dan negara menyediakan dana bantuan hukum yang disalurkan melalui pemberi bantuan hukum yang memenuhi syarat. Pelaksanaannya diatur lebih lanjut dalam PP 42/2013. Di luar skema itu, UU 18/2003 tentang Advokat mewajibkan advokat memberikan bantuan hukum cuma-cuma kepada pencari keadilan yang tidak mampu (Pasal 22 ayat 1), dengan tata cara yang diatur PP 83/2008.

Namun, sebuah biro bantuan hukum yang tidak berada dalam skema itu, misalnya unit layanan sebuah organisasi atau kantor hukum, dapat saja menetapkan kebijakan biaya sendiri. Karena itu, tanyakan hal-hal berikut sejak awal, dan mintalah jawaban tertulis bila mungkin.

  • Apakah ada biaya jasa, dan bagaimana cara menghitungnya?
  • Apakah ada biaya lain, misalnya biaya perjalanan, fotokopi, atau biaya perkara di pengadilan? Biaya perkara ditetapkan pengadilan dan ada ketentuan pembebasannya bagi yang tidak mampu menurut PERMA 1/2014.
  • Apa yang terjadi bila perkara berlanjut ke tingkat berikutnya, apakah ada biaya tambahan?
  • Siapa yang menerima pembayaran, dan apakah ada kuitansi?

Waspadai pihak yang menyebut dirinya biro bantuan hukum, mengaku memberi layanan gratis, tetapi meminta transfer ke rekening pribadi untuk “pendaftaran”. Bila ada permintaan semacam itu, hentikan dan periksa identitas penyelenggaranya terlebih dahulu.

8Bagian

Cara Memeriksa Identitas Sebuah Biro Bantuan Hukum

Karena nama tidak menjamin apa pun, lakukan pemeriksaan singkat sebelum Anda menyerahkan dokumen atau uang. Berikut daftar periksa yang praktis.

Badan hukum dan pengurus. Tanyakan nama badan hukumnya, misalnya yayasan atau perkumpulan, dan siapa pengurusnya. Lembaga yang terbuka akan dengan mudah memberi tahu.

Advokat. Tanyakan siapa advokat yang akan menangani, dan minta penjelasan tentang izin praktiknya. Advokat umumnya terhubung dengan organisasi profesi. Anda juga dapat menanyakan kepada organisasi advokat di daerah Anda.

Akreditasi, bila diklaim. Bila sebuah lembaga mengaku terakreditasi sebagai pemberi bantuan hukum, cocokkan dengan sumber resmi. Pembinaan bantuan hukum nasional berada di kementerian yang membidangi hukum melalui BPHN, dan informasi resminya dapat dicari dari portal kementerian. Ingat, ketiadaan akreditasi tidak otomatis berarti palsu, tetapi klaim akreditasi yang tidak dapat dicocokkan adalah tanda bahaya.

Alamat dan kontak. Pastikan ada alamat yang dapat dicek dan nomor yang dapat dihubungi. Telepon lebih dulu sebelum datang.

Perjanjian dan surat kuasa. Layanan yang sungguh-sungguh umumnya didahului pembicaraan tentang ruang lingkup, lalu surat kuasa atau perjanjian yang jelas. Bacalah sebelum menandatangani, dan minta salinannya.

Janji hasil. Tidak ada pihak jujur yang dapat menjamin kemenangan. Janji semacam itu adalah tanda bahaya, siapa pun yang mengucapkannya.

Untuk membaca sendiri aturan yang berkaitan, gunakan portal peraturan resmi seperti peraturan.bpk.go.id dan jdihn.go.id, dan telusuri nama peraturan yang disebut di artikel ini.

9Bagian

Pusat Bantuan Hukum dan Badan Bantuan Hukum: Apakah Sama?

Dua istilah lain yang sering muncul adalah pusat bantuan hukum dan badan bantuan hukum. Seperti biro bantuan hukum, keduanya pada umumnya hanyalah nama. Pusat bantuan hukum sering dipakai oleh unit di perguruan tinggi, organisasi profesi, atau organisasi kemasyarakatan. Badan bantuan hukum sering dipakai oleh organisasi yang menjadikan layanan hukum sebagai salah satu bidang kerjanya.

Konsekuensinya sama: periksa penyelenggara, bukan nama. Dua pusat bantuan hukum dengan nama serupa bisa sama sekali berbeda dalam kemampuan, cakupan, dan kebijakan biaya. Itu sebabnya ketika membaca informasi di internet, Anda perlu terbiasa melompat dari nama ke fakta: siapa di balik layanan ini, dan apa yang secara nyata mereka tawarkan.

Hal lain yang perlu dibedakan adalah antara pemberi bantuan hukum yang berada dalam skema undang-undang dan pihak lain yang memberi layanan hukum karena dorongan sosial. Keduanya bisa bermanfaat. Yang tidak boleh terjadi adalah ketidakjelasan: Anda mengira layanan berada dalam skema negara dan karenanya tidak memungut biaya, padahal tidak demikian, atau sebaliknya.

Bila Anda ingin memahami bagaimana berbagai bentuk ini dikelompokkan, artikel tentang jenis-jenis lembaga bantuan hukum memberi gambaran yang lebih terperinci.

10Bagian

Bantuan dari LBH Panglima Hukum dan Keadilan

LBH Panglima Hukum dan Keadilan didukung advokat berizin yang beracara di persidangan, dan mendampingi warga yang berhadapan dengan hukum, termasuk warga yang tidak mampu. Layanan kami mencakup Pos Pengaduan Online Gratis, edukasi hukum yang terbuka untuk umum tanpa biaya, serta layanan pro bono.

Kami tidak menjanjikan bantuan pasti. Setiap permohonan akan kami nilai berdasarkan fakta, bukti, dan tenggat yang Anda sampaikan. Bila menurut penilaian kami perkara Anda lebih tepat diselesaikan melalui jalur lain, misalnya posbakum pengadilan, kami akan menyampaikannya secara terbuka.

Untuk keadaan darurat, Anda dapat menghubungi telepon atau WhatsApp 0811-6741-212, yang dapat dihubungi 24 jam (nomor ini diperiksa pada halaman Pro Bono pada 13 Oktober 2026). Untuk kanal lain, lihat halaman kontak kami. Jangan mentransfer uang kepada siapa pun yang mengaku mewakili kami dan meminta pembayaran untuk “mengurus bantuan gratis”; konfirmasikan lebih dulu melalui kanal resmi.

11Bagian

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah biro bantuan hukum sama dengan LBH?

Tidak selalu. Biro bantuan hukum adalah nama umum yang dapat dipakai berbagai penyelenggara, sedangkan LBH adalah nama yang lazim dipakai lembaga bantuan hukum. Dalam praktik, keduanya bisa bekerja serupa. Yang menentukan bukan nama, melainkan siapa penyelenggaranya, apa badan hukumnya, siapa advokatnya, dan apa saja layanan yang diberikan. Periksa hal-hal itu sebelum meminta bantuan.

Apakah posbakum dapat mendampingi saya sampai putusan?

Tidak otomatis. Posbakum pada umumnya menyediakan informasi, konsultasi, dan bantuan pembuatan dokumen hukum di pengadilan. Cakupan persisnya dapat berbeda di tiap pengadilan, sehingga Anda perlu bertanya kepada petugas apakah pendampingan di persidangan termasuk. Bila Anda membutuhkan pendampingan penuh, tanyakan juga lembaga bantuan hukum atau advokat yang menjalankan kewajiban bantuan cuma-cuma.

Apakah klinik hukum kampus boleh menangani perkara di pengadilan?

Klinik hukum kampus umumnya berfokus pada konsultasi dan pendidikan. Mahasiswa bukan advokat, sehingga mekanisme mewakili klien di persidangan perlu dilihat pada ketentuan yang berlaku dan kebijakan kampus yang bersangkutan. Pada prinsipnya, tanyakan secara tertulis apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan klinik itu, terutama bila perkara Anda memiliki tenggat dekat.

Apakah semua biro bantuan hukum gratis?

Tidak. Bantuan hukum cuma-cuma adalah prinsip dalam skema UU 16/2011 bagi penerima yang berhak, dan advokat diwajibkan memberi bantuan cuma-cuma kepada yang tidak mampu. Namun pihak lain yang memakai nama biro bantuan hukum dapat memiliki kebijakan biaya sendiri. Tanyakan biaya sejak awal, mintalah kuitansi, dan jangan membayar ke rekening pribadi tanpa penjelasan tertulis.

Bagaimana cara memastikan sebuah biro bantuan hukum asli?

Periksa badan hukumnya, nama pengurus, advokat yang menangani, alamat yang dapat dicek, dan kejelasan perjanjian. Bila ia mengklaim terakreditasi, cocokkan dengan sumber resmi di bidang hukum. Bandingkan informasinya di beberapa sumber, hubungi sebelum datang, dan waspadai janji kemenangan serta permintaan uang di muka tanpa dasar tertulis.

12Bagian

Yang Bisa Anda Lakukan Sekarang

  • Tentukan posisi perkara Anda: baru konsultasi, sedang diperiksa, atau sudah di pengadilan, dan catat tenggat terdekat.
  • Tuliskan kronologi satu halaman dan kumpulkan dokumen penting, lalu simpan salinannya.
  • Pilih jenis layanan yang paling cocok, dan tanyakan identitas, cakupan, serta biayanya sebelum menandatangani apa pun.
  • Bila perkara sudah atau akan di pengadilan, tanyakan kepada petugas informasi pengadilan setempat tentang posbakum dan pembebasan biaya perkara.
  • Hindari mentransfer uang kepada pihak yang janjinya terlalu manis atau yang menolak memberi dokumen tertulis.
  • Bila Anda ingin menyampaikan persoalan kepada kami, gunakan Pos Pengaduan Online Gratis atau hubungi 0811-6741-212 untuk keadaan darurat. LBH Panglima Hukum dan Keadilan akan menilai permohonan Anda.

Catatan penting: Artikel ini adalah penjelasan umum, bukan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap perkara memiliki fakta, bukti, dan tenggat yang berbeda, dan peraturan dapat berubah. Untuk situasi Anda, konsultasikan dengan advokat atau lembaga bantuan hukum yang identitasnya sudah Anda pastikan.

Langkah berikutnya

Butuh Pendampingan untuk Masalah Hukum Anda?

Siapkan kronologi singkat dan dokumen pendukung untuk membahas langkah yang sesuai dengan keadaan Anda. Hubungi LBH Panglima Hukum & Keadilan untuk memperoleh informasi dan menyampaikan kebutuhan pendampingan hukum Anda.

Hubungi Kami

Membutuhkan bantuan hukum cuma-cuma? Pelajari syarat dan alur layanan Pro Bono LBH Panglima Hukum dan Keadilan.